Dalam dunia investasi yang terus berkembang, investor dihadapkan pada berbagai pilihan aset yang dapat dipertimbangkan untuk mencapai tujuan keuangan mereka. Tiga aset yang sering menjadi perbincangan adalah cryptocurrency, emas, dan saham. Masing-masing memiliki karakteristik unik yang dapat mempengaruhi keputusan investasi. Artikel ini akan membahas perbandingan antara ketiga aset ini berdasarkan penelitian “Looking for the Best Asset Class: Cryptocurrency, Gold or Stocks?”

Cryptocurrency merupakan Aset yang Berkembang Pesat

Cryptocurrency, terutama Bitcoin, telah menjadi salah satu kelas aset yang paling cepat berkembang dalam dekade terakhir. Dengan kapitalisasi pasar lebih dari 1 triliun dolar, Bitcoin menonjol sebagai cryptocurrency dengan kapitalisasi pasar tertinggi, sekitar 500 miliar dolar (Laksana, 2024). Keunggulan utama dari cryptocurrency adalah volatilitasnya yang tinggi, yang dapat memberikan potensi keuntungan besar namun juga risiko yang signifikan. Dalam periode 2013-2022, Bitcoin menunjukkan kinerja yang mengesankan dengan pertumbuhan lebih dari 300,000% (Laksana, 2024).

Namun, volatilitas ini juga berarti bahwa harga cryptocurrency dapat berfluktuasi secara dramatis dalam waktu singkat. Misalnya, pada tahun 2021, Bitcoin mencapai puncak harga hampir 65.000 dolar sebelum mengalami penurunan tajam. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun ada potensi keuntungan yang besar, investor harus siap menghadapi risiko kerugian yang signifikan.

Emas sebagai Aset Pelindung Nilai

Emas telah lama dianggap sebagai aset pelindung nilai yang stabil. Dalam sejarahnya, emas telah digunakan sebagai alat tukar dan penyimpan nilai, terutama dalam masa ketidakpastian ekonomi. Meskipun volatilitasnya lebih rendah dibandingkan dengan cryptocurrency, emas tetap menjadi pilihan bagi investor yang mencari keamanan dalam jangka panjang. Selama periode yang sama, emas menunjukkan kinerja yang lebih stabil dibandingkan dengan Bitcoin, meskipun dengan potensi keuntungan yang lebih rendah (Laksana, 2024).

Emas juga memiliki keunggulan sebagai aset yang tidak terpengaruh oleh inflasi. Ketika nilai mata uang menurun, nilai emas cenderung meningkat, menjadikannya sebagai lindung nilai yang efektif. Namun, investor harus menyadari bahwa meskipun emas dapat memberikan stabilitas, ia tidak selalu memberikan pengembalian yang tinggi dalam jangka pendek.

Saham

Saham menawarkan keuntungan dalam bentuk capital gain dan dividen. Dalam penelitian ini, penulis memilih saham BCA. Saham BCA menunjukkan kinerja yang baik dengan pertumbuhan lebih dari 400% dalam sepuluh tahun terakhir (Laksana, 2024). Saham BCA juga memiliki likuiditas tinggi, menjadikannya pilihan yang menarik bagi investor yang mencari keseimbangan antara risiko dan keuntungan.

Salah satu keunggulan utama dari investasi saham adalah potensi untuk mendapatkan dividen, yang dapat memberikan aliran pendapatan pasif bagi investor. Selain itu, saham juga memberikan hak suara dalam perusahaan, memberikan investor kesempatan untuk berpartisipasi dalam pengambilan keputusan perusahaan.

Perbandingan Kinerja dan Risiko

Penelitian menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan signifikan dalam pengembalian antara Bitcoin, emas, dan saham BCA. Namun, risiko dan kinerja ketiga aset ini berbeda secara signifikan. Bitcoin memiliki risiko tertinggi, diikuti oleh saham BCA, dan emas di posisi terakhir. Dalam hal kinerja, Bitcoin menempati posisi teratas, diikuti oleh saham BCA, dan emas di posisi terakhir. Ada temuan menarik yang berhasil didapatkan, ternyata dari hasil pemeringkatan Kruskall-Wallis menunjukkan bahwa rata-rata return saham BCA memiliki posisi tertinggi dibandingkan dengan bitcoin dan emas (Laksana, 2024).

Investor perlu mempertimbangkan toleransi risiko mereka sebelum memilih aset untuk diinvestasikan. Bagi mereka yang bersedia mengambil risiko tinggi untuk potensi keuntungan yang lebih besar, cryptocurrency mungkin menjadi pilihan yang menarik. Sebaliknya, bagi investor yang lebih konservatif, emas atau saham mungkin lebih sesuai.

Faktor-Faktor yang Perlu Dipertimbangkan

Volatilitas, Cryptocurrency memiliki volatilitas yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan emas dan saham. Investor harus siap menghadapi fluktuasi harga yang tajam.

Regulasi, Ketidakpastian dalam regulasi cryptocurrency dapat mempengaruhi nilainya. Berita tentang pelarangan atau pengaturan baru dapat menyebabkan perubahan harga yang signifikan.

Adopsi Teknologi, Meskipun teknologi blockchain yang mendasari cryptocurrency menjanjikan, adopsi massal masih menjadi tantangan. Tanpa adopsi yang luas, nilai cryptocurrency dapat terancam.

Keamanan, Meskipun teknologi blockchain cenderung aman, platform pertukaran cryptocurrency masih rentan terhadap peretasan. Investor harus berhati-hati dalam memilih platform untuk bertransaksi.

Sentimen Pasar, Nilai cryptocurrency sangat dipengaruhi oleh berita dan rumor. Sentimen pasar dapat berubah dengan cepat, mempengaruhi harga secara signifikan.

Kesimpulan

Memilih antara cryptocurrency, emas, dan saham tergantung pada profil risiko dan tujuan investasi masing-masing individu. Cryptocurrency menawarkan potensi keuntungan yang tinggi namun dengan risiko yang besar. Emas memberikan stabilitas dan keamanan, sementara saham menawarkan keseimbangan antara risiko dan keuntungan. Investor disarankan untuk mempertimbangkan faktor-faktor ini secara hati-hati sebelum membuat keputusan investasi.

Sebagai penutup, penting bagi investor untuk terus memperbarui pengetahuan mereka tentang pasar dan melakukan riset mendalam sebelum berinvestasi. Dengan pemahaman yang baik tentang risiko dan potensi keuntungan, investor dapat membuat keputusan yang lebih bijaksana dan sesuai dengan tujuan keuangan mereka.

Laksana, R. (2024). Looking for the Best Asset Class: Cryptocurrency, Gold or Stocks? Ekonomi, Keuangan, Investasi dan Syariah (EKUITAS)(Vol 6 No 2 (2024): November 2024), 162-169. https://ejurnal.seminar-id.com/index.php/ekuitas/article/view/5117/3405